Tampilkan postingan dengan label hanya ingin menyampaikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hanya ingin menyampaikan. Tampilkan semua postingan

Saya Harus Bagaimana

Pelatih paskib yang sedang melatih adalah orang yang sedang berusaha.
Berusaha berbuat baik.
Berusaha membuat baik.
Berusaha menopang.
Berusaha meyakinkan.
Berusaha mengangkat.
Berusaha membaiki.
Berusaha memotivasi.
Berusaha untuk sang Adik.
Tapi
Itu semua tidak akan berguna,
Itu semua tidak akan berdampak apa-apa,
Itu semua sia-sia,
Itu semua tidak akan ada hasilnya,
Jika sang Adik menolak.
Jika sang Adik tidak yakin.
Jika sang Adik tidak mau percaya.
Dia hanya akan berada di satu sisi,
tanpa ada dukungan di sisi yang lain.
Ibarat tanaman rambat yang sedang berjuang untuk merimbuni pagarnya,
Kalau pagarnya saja menolak menyangga,
Apa bisa daya si tanaman.
Tidak ada.
Kecuali hanya terus berusaha untuk merimbuni pagar.
Meskipun si pagar menolak percaya,
Bahwa si tanaman bisa memberinya kesejukan,
Yang sebenarnya sudah lama ia sendiri rindukan,
Dari si tanaman rambat.


_tulisan ini hanyalah sebuah analogi yang tidak ada hubungannya dengan pasukan, apalagi agraria

Ketika yang Dijanjikan Dipenuhi

Tiba-tiba ingin menulis setelah membaca sebuah buku. #euforia

Hidup itu misteri Tuhan. Ungkapan itu bakal terdengar klise luar biasa kalau didengar di waktu-waktu yang biasa aja. Tapi bisa bikin ngeri begitu terjadi bertubi-tubi.

Anggap saja kita sedang bicara tentang jalan takdir. Qodar. Siapa sih yang tahu? Meskipun beberapa orang bisa bilang bahwa dia punya firasat, doa bisa membaliknya jadi sesuatu yang sama sekali lain.

Aku bisa bilang aku punya beberapa firasat yang bakal terjadi di hidupku. Sebagian hampir terdengar seperti harapan, sebagian lainnya cuma bisikan yang ingin kuhindari, tapi aku juga penasaran. Sebagian terjadi. Sebagian -secara tidak kupercaya- akhirnya bisa terjadi.

Pertemuan. Hal yang sama sekali tidak bisa kita kendalikan. Bisa. Tidak. Kita merasa memutuskan, padahal sebenarnya kita DIBUAT untuk memutuskan. Kenapa kita memutuskan bertemu si anu jam sekian. Kenapa kita tidak bertemu si anu lainnya saja jam sekian?

Pertemuan mengarahkan hidup kita. Semakin direnung, pertemuan membawa arah hidup kita ke jalan tertentu. Tinggal mau kita pilih atau tidak. Pilihan satu akan mengarahkan ke jalan yang berbeda dengan pilihan dua. Semakin dirunut, hidup memang benar jadi terasa seperti drama.

Aku percaya kekuatan doa. Aku harap kamu juga. Doa yang sungguh dan tulus akan dijawab pada saatnya. Tidak boleh putus asa meskipun rasanya sudah tidak tahan. Tidak boleh berhenti meskipun rasanya sudah terlalu banyak menderas kata. Doa akan dijawab pada saatnya. Tinggal kamu bisa melihatnya atau tidak.

Kalau mau dihubung-hubungkan, firasat dan pertemuan itu seperti benang hifa jamur yang saling menjalin. Tanpa disadari, kita -atau aku- sudah berjalan di dalam jalinannya. Kita -atau aku- baru menyadari kalau sudah terjebak di dalamnya ketika benangnya sudah terlalu banyak dan jelas. Kemudian kita -atau aku- ngeri.

Seperti biasa, ini tulisan absurd.

Yang aku pegang cuma satu. Kita bisa meminta hidup kita berjalan lebih baik. Jangan menyerah untuk meminta itu. Karena sesungguhnya kita diperintah untuk meminta, bukan memendam dan berdiam diri. Mintalah.

Passion dan 70

Sebelum mulai tulisan ini, aku cuma mau bilang bahwa aku suka bgt template blog ini, jd meskipun sederhana bgt, mgkn g akan aku ganti :)

Okay, let's get start it :)

Akhir-akhir ini sedang sering menemui -dan ditemukan oleh- banyak hal yang membawa-bawa topik 'passion'.
"follow your passion"
"sesuatu..passion"
"passion..sesuatu"

Aku nggak akan membahas atau menggalau tentang tujuan hidup gara2 berada di persimpangan passion-dan-tuntutan, tenang aja.. *belum2 udah berbau curcol

Passion sering dikaitkan dengan ke mana hidup kita mau kita arahkan, ke arah yang bisa membuat kita bahagia (atau LEBIH bahagia) dengan melakukan hal-hal yang kita sukai (cintai?). Menurutku menemukan passion itu sesimpel menemukan senyum dan tawa tulus dari sekelilingmu.
eh salah.
Sesimpel bisa menemukan hal-hal positif di sekelilingmu yang bisa membuatmu tersenyum dengan hati yang ringan dan tulus. Dan biasanya itu bisa didapat dengan berada di sekitar hal-hal yang kamu sukai atau orang-orang yang kamu sayangi, atau gabungan dari keduanya. Ketika kamu bisa menemukan momen gabungan keduanya, rasanya bakal luar biasa. Kalau kamu berhasil menemukannya, kamu bakal menempatkannya sebagai hartamu yang sangat berharga.

Kita mungkin tidak bisa selalu bertemu luapan bahagia itu, yang menurutku kayak anak kecil yang diajak mainan petak umpet. Kalau kita sabar menunggu sebentaaaar lagi, dia bakal muncul sendiri. Kalau kita kejar berlebihan, dia mungkin justru berusaha sembunyi lebih baik.

Yang perlu kita jaga adalah pikiran tentang menjaga itu sendiri. Ketika merasa jauh dari perasaan-bahagia-karena-passion, mungkin kamu cuma bergerak terlalu cepat sehingga melewatkan detail-detail kecil. Detail yang sebenarnya bisa membangkitkan dan menjaganya tetap ada. Seperti yang dulu pernah aku tulis di sebuah post: seperti bara dalam jerami. dia mungkin kecil dan nggak nampak, tapi dia ada di sana. dan bisa membakar hebat kalau diberi kesempatan.

Wah ternyata ini tulisan absurd seperti biasanya hahaha :D

Semoga bisa ada manfaatnya deh

_Tulisan ini didedikasikan untuk adek2 70-ku, untuk beberapa hari yang nano-nano ini ;)_

http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/11/LOGO-PADMANABA.jpg

Yeah :)

Mari kita mengawali tahun ini dengan nasehat pada diri sendiri.

1. Paling baik adalah tidak berlebihan.
2. Perlahan tapi pasti jauh lebih baik daripada cepat dan berakhir berantakan.
3. Kalau tidak mau sakit karena jatuh dari tempat yang terlalu tinggi, berhentilah memanjatnya.

Santai lah.. :)

(Tetap) Ada Kejutan

Hari pertama Termin II Studio Tugas Akhir: Pengembangan Desain.

Nggak bisa dibilang hari yang cerah ceria juga. Tapi apapun yang terjadi dan mengawali langkah baru ini tetap ditutup dengan hati hangat di akhir hari.

Fight!
Untuk senyum itu :)

Salam Sebelum Pergi Tidur

Just for my friend, :)

Kalau kamu mengikutiku selama perkembangan hidupku, mgkn kita nggak akan sedekat sekarang.
Entah karena pernah terpisah kemudian bertemu, atau karena alasan lainnya, kamu berhasil sejajar dgn beberapa orang lainnya di sini, di tempat terhormat.

Mungkin kamu merasa beruntung, tapi sebenarnya aku yang sungguh merasa demikian. Dan oleh karenanya, aku benar-benar ingin mengucapkan terima kasih secara harfiah: mengucapkan.

Tapi mungkin sebaiknya disimpan saja, karena kita nggak pernah tahu kapan atau bagaimana kedudukan itu bisa terjun bebas ke tempat terhina.

Kalau kamu menemukan tulisan ini, anggap saja, ya, aku sedang menulis untukmu, Kawan Lama :)

Catatan (hampir) Akhir Tahun

Wow.. Waktu berlalu seakan terbang, dan ternyata ini sudah akhir tahun. Terlalu banyak kata yg bakal dihamburkan buat cerita semuanya, dan ini bukan diary, hehehe
*meskipun sampai beberapa waktu lalu fungsinya hampir nggak bisa dibedakan

Setahun yg berlalu mengajariku banyak hal. Tentang kesenangan, kesedihan, semangat, kedewasaan, tentang manusia. Aku bukan orang yg baik, tapi aku yakin aku bisa bilang bahwa aku lebih baik daripada aku setahun lalu. Dalam beberapa aspek. hehe

Hidup manusia itu lucu. Saat dia nggak minta kebahagiaan muluk2, datang banyak hal bertubi-tubi. Saat dia terpuruk mengais senyum, semua hal tadi sembunyi entah di mana.

Mungkin terdengar klise, tp 'menahan diri dan carilah sisi positif' bukan ungkapan main2. Jawaban sering baru muncul setelah sekian waktu berlalu dan kamu mungkin sudah lelah mencarinya. Dia yang pelit, nggak segera menampakkan diri agar semua masalah jelas dan tuntas secepatnya. Sehingga kamu nggak perlu mengalami sedih ini. Sehingga kamu nggak perlu terlibat pertengkaran ini. Tapi, kalau kamu sabar menanti dia untuk muncul, kmu bakal lega dan berkata,
"untung saja.."
Berkali-kali, di setiap kesempatan.

Aku nulis ini bukan karena aku sedang sedih, bukan. Aku bahkan sedang sangat bahagia. Aku bahagia karena bahkan saat aku sedih, aku tahu bahwa seharusnya aku nggak perlu sedih. Aku cuma perlu sabar. Dan kesabaran akan menuntunmu ke kebahagiaan yg lebih lagi.

Mungkin kamu bingung mbaca ini, tp sudahlah. Aku cuma ingin berbagi ini, dan semoga kalian yang baca ini bisa menjalani hidup dengan tenang. Bahkan kalian bisa bilang hidup kalian tenang saat hidup kalian lg kacau, tergantung gimana kalian memandangnya.

Hidup tenang itu bukan karena ada banyak harta. Tapi karena ada banyak kasih dan sayang.

Failed Trial

Ternyata memang bukan sifatku untuk ikut campur urusan orang lain. Situs jejaring sosial menawarkan banyak sekali kesempatan untuk bisa mengintip kehidupan orang lain-teman, gebetan, musuh, keluarga, idola-tapi ternyata itu tidak membawa efek positif untukku.

Mungkin memang ada seninya-seni stalking-dan itu tidak kumiliki. Tapi ternyata kusadari bahwa aku tidak memerlukannya.

Mungkin aku sendiri stalked by someone-karena memang ada yang mengakuinya-tapi selama tidak membawa kerugian untukku, untuk apa resah?

Dan dari beberapa kali percobaan stalking, aku mengambil pelajaran untuk tidak lagi melakukannya.

Kamu?

Ritual

Deadline studio tematik 2 baru berlalu hampir 12 jam yang lalu. Tapi aku nggak ngrasain bedanya sama progress studio biasa. Tolok ukur: hasil kerjaku.
Apa yang salah dengan sistem kerjaku? Kenapa waktu yang aku plot hampir selalu nggak bisa mengcover apa aja yang ingin aku kerjakan. Aku udah mengalokasikan waktu untuk mengerjakannya, lalu apa? Kerjaku kurang cepat? Oke, salahkan teknologi yang tidak mendukung.
*aku bukan sedang menyalahkanmu Pochi,, tapi, memang begitulah kenyataanya
Atau terlalu banyak hal lain yang kukerjakan sehingga waktuku untuk mengerjakan studio jadi kurang? Tapi hidupku nggak cuma untuk studio. Tapi apa temen2 yang lain juga nggak berbuat apa2 selain ngerjakan studio? Pasti nggak juga kan? LALU APA YANG SALAH DENGAN CARA KERJAKU? T-T
*no, i'm not crying
aku cuma penasaran. geregetan. gimana cara memperbaikinya. Kasih tahu aku, Pepsodent.

Mungkin masalah efisiensi waktu, atau ketahanan kerja, atau sesimpel kecintaan kerja.
Yeah, aku bohong besar kalau aku bilang aku cinta AutoCAD. Bohong agak besar kalau aku bilang aku cinta SketchUp. Aku akan bilang aku cinta sketsa. Tapi, kalau udah bicara tentang keunggulan teknologi dalam kecepatan dan kepraktisan menyajikan gambar kerja, aku pasti kalah. Mungkin aku bisa menang, dengan syarat2 tambahan yang harus kupunyai untuk menyaingi teknologi untuk menyajikan gambar secara representatif. Dan tanganku nggak kayak tangannya Jaka.

Maaf telah mbikin kamu terlibat dalam ritual renungan paska deadline studio ini (kubilang ritual karena selalu terjadi, baik kuinginkan atau nggak).

Terakhir kali aku puas dengan kerjaan studioku adalah waktu studio 1. Hanya. Itu. Poor me.

Ada masalah, aku yakin. Tapi aku belum bisa nemuin pemecahannya. Dan kesempatan studioku selama 4 tahun kuliah udah habis.

Tapi aku menemui bahwa kalau aku memang suka dan niat, bukan diniatkan suka dan diniatkan niat, hasilnya pasti bagus. Misal; olim biologi, paskib, bahkan hanya sekedar berhasil mbikin tas rajut

Dan muncul pertanyaan: kamu knp kok nggak fokus sm kuliah?

menurutmu? kalau aku tahu aku nggak akan nulis ini, friend.

Enough for it.
Pergi tidur.

Prahara

Malam sudah larut ketika aku memutuskan untuk menuliskannya saja alih-alih menyampaikannya. Hampir seluruh waktuku yang kulalui denganmu kuhabiskan dengan bertanya-tanya.
Apakah?
Apakah?
Apakah?
Tapi nyatanya tidak ada satu pun dari apakahku yang kamu dengar dan aku tidak yakin kamu bahkan bersedia meluangkan telingamu untuk mendengar.
Dulu ketika aku terganggu dengan pikiranku, aku merasa mempunyai alasan untuk merasa terganggu. Namun belakangan kuketahui bahwa alasannya tidak seperti yang kubayangkan, justru sebaliknya. Anggap saja aku memang suudzon karena sebenarnya kamu hanya malu.

Waktu bergulir dan aku ternyata lupa bahwa pernah mempunyai pikiran-pikiran negatif itu. Karena segala sesuatunya berjalan baik, aku bahkan berhasil menganggapmu sebagai salah seorang temanku. Kita bercanda, tertawa, menghabiskan sore bersama.. Semua sewajarnya hubungan pertemanan normal. Aku tidak menyadari sedikitpun ketika kamu menampakkan sorot mata itu lagi.

Asing. Jauh. Protektif. Defensif. Melarikan diri. Lepas. Lenyap.


Lalu apa arti semua yang pernah terjadi ketika itu? Apa arti tawa itu? Canda itu? Sikap nyaman itu? Sorot mata itu? Apa?
Apa?
APA?


Rasanya ingin marah. Rasanya ingin kulakukan apa yang selama ini kutahan. Rasanya ingin kuraih kamu dan menghadapiku. Rasanya ingin kutarik kerah bajumu sambil berkata,
"Lihat mataku!"
karena kamu pasti mengelak.
Rasanya ingin kupegangi kamu erat karena kamu pasti berbalik pergi. Rasanya ingin sekali saja aku mendapat jawaban darimu ketika aku bertanya,
"Apa salahku padamu?"


Tapi semua itu hanya angan
karena nyatanya aku tidak pernah bisa marah terhadapmu,
karena aku tidak cukup bodoh untuk melakukannya,
dan karena alasan utamaku untuk menahannya sangat jelas dan mengerikan.


Kamu bukanlah orang yang dapat dipercaya. Dan aku seorang pendendam.



Seandainya kamu membaca ini, apakah kamu merasa bahwa aku sedang membicarakanmu? Hah?
Aku tahu kamu sering membaca tulisanku.
Aku tahu beberapa hal tentangmu. Hal yang sangat kusyukuri karena aku diijinkan tahu. Sekaligus hal yang sangat kusesali karena menjadi jarum yang menyakitkan di hatiku setiap kali melihatmu bersamanya.


Kukira aku sudah akan berhenti menulis tapi kudapati jariku masih menuntutku bercerita.


Aku memang pernah berikrar sambil lalu tentangmu. Ikrar yang kuyakini ketika aku mengucapkannya dan tidak akan kutarik lagi. Itu benar. Yang tidak kusangka masih terus berlanjut adalah pandangan merendahkan darinya itu. Hei, aku temanmu bukan? Teman kalian bukan? Mengapa begitu sulit membuatku nyaman bersama kalian?


Aku ingin tahu. Aku ingin bisa tahu sehingga aku tidak perlu lagi bertanya-tanya. Aku tidak bisa tahu maka aku tidak keberatan kamu berbohong.


Kuharap dengan sungguh kamu sempat membaca tulisan ini.


Kuharap esok ketika aku bertemu denganmu lagi, aku melihat seorang teman. Temanku.

One Step Higher

Bisa mempunyai kendali atas dirimu adalah sebuah pencapaian yang sangat bagus.
Hemat energi, hemat waktu, hemat uang, dan tidak galau :)

Aku, Kamu, Dia

"kamu kok kayaknya seneng banget San jadi perantara,"

"hahaha bukan,, aku cuma ngrasa aja kayaknya kamu belum nyaman kontak langsung sama dia,"

- - - - - - - - - - - - - - - -

Aku berkata jujur, tapi yang lebih jujur cuma bisa terucap sampai di hati.

"aku nggak tega mbayangin dia di'iyek2' sama temen2 setelah liat dia ngadepin kamu langsung."

Awalnya kalimat itu hampir menyusul jawaban pertamaku. Tapi aku bersyukur aku masih bisa mengerem mulutku. Karena aku juga bisa membayangkan wajahmu kalau aku sampai mengucapkannya. Dan aku  tidak suka kalau kita jadi saling tidak nyaman.

Aku cuma ingin bisa sayang kalian berdua tanpa harus terbebani dengan yang sedang terjadi di antara kalian.

Karena setelah itu aku lihat dia murung sendirian.
Aku cuma tidak ingin dia berpikir macam-macam.

Aku cuma ingin bisa sayang kalian berdua tanpa harus terbebani dengan yang sedang terjadi antara kalian berdua.
Itu saja.

Realitas

Mungkin aku memang belum bisa belajar. Tapi bukankah seringkali orang baru bisa mengerti setelah dia berbuat salah untuk yang kedua kali?

Dan karena ini sudah terjadi untuk yang kedua kali, aku sekarang sudah belajar.

Seorang temanmu mungkin bisa bertindak lebih baik dari keluargamu.
Tapi dia juga bisa bertindak lebih jahat daripada musuhmu.

Anomali

Am I crazy or falling in love?
(Crush_David Archuleta)

Aku rasa bukan keduanya. Lalu apa? Begitu sadar, aku ternyata sedang memandangimu.

Untuk seseorang di luar sana,
bukan, aku tidak sedang membicarakanmu.

Tapi aku yakin ini adalah sebuah kontras.


21st Anniversary

Just like another Saturday hehehe :)

I said 'Saturday', not 'Friday.
(mungkin cuma aku dan beberapa orang saja yang mengerti hahaha :D)

Kembali ke kalimat awal. Tidak ada yang berbeda dibanding hari-hariku yang lain meskipun di tanggal ini 21 tahun yang lalu, aku pertama kali menghirup udara dunia. Tapi tetap saja, mendapat ucapan "Selamat Ulang Tahun.." memang menyenangkan hehehe :D

Aku merasa beruntung mengalami beberapa kejadian menjelang ulang tahunku ini. Kejadian-kejadian yang membawa khayalanku ke mana-mana. Dari si Anu, lalu ke si Itu, berlanjut ke 'bagaimana jika begini', 'bagaimana jika begitu', dan seterusnya dan selanjutnya dan secapeknya aku mengkhayal. Semua khayalanku pada akhirnya dihentikan mendadak bisa oleh apa saja, seperti ketok palu hakim yang memvonis terdakwanya. Dan di saat yang tidak seketika, aku bisa melepasnya pelan-pelan dari genggaman, namun tidak serta merta menghanyutkannya pergi. Mereka tetap ada di belakang langkahku, mengambang ringan mengikutiku seolah menunggu untuk membalutku di dalamnya. Aku hanya akan tersenyum memandangnya, ketika salah satu dari mereka berusaha mendekat. Lalu aku kembali menatap lurus ke depan dan berjalan menuju tujuanku. Setidaknya itu yang aku ingin bisa aku perbuat selanjutnya.

Perhatikanlah selalu 'di mana' kamu berada.


Karena senantiasa, waktu berjalan maju, bukan mundur.


Maka bangkitlah, angkat wajahmu, dan melangkahkah ke depan dengan bangga.


Karena dengan semua yang pernah kamu lalui di belakangmu, tidak ada alasan sedikit pun untuk merasa malu, apalagi berkecil hati.


Semua pertanyaan akan mendapatkan jawabannya pada waktunya, percayalah.


Yang harus kamu lakukan adalah tidak perlu memikirkannya.


Selamat ulang tahun, San. :)

C / C / C

Aku memang merasa kurang sehat sejak beberapa hari yang lalu. Kukira flu biasa. Tapi kemarin, aku merasa ada yang aneh.
Awalnya aku nggak sadar, sampai kemarin malam. Aku merasa ada cairan yang keluar dari sesuatu yang kepencet di lenganku. 'Wah. Bencana nih. Jangan2 aku cangkrangen.'
Dan semaleman setelah itu aku kemimpi2 "chickenpox... chickenpox..."

Paginya, alias tadi pagi, aku laporan ke orang tuaku. Dan, menurut kesaksian adikku yang udah pernah cangkrangen, itu udah pasti cangkrangen. Oke. Langsung ke dokter.

Setelah minum obat, panasku memang turun dan badanku udah jauh lebih baik rasanya. Tapi ternyata penderitaan yang sebenarnya baru saja dimulai.

Gatal.

Pol. Dan nggak boleh digaruk kan.. Dan lepuhan2 itu tambah banyak. Dan aku tanggal 11 Juli besok, alias seminggu lagi, kerja praktek di Solo. Wah.. Cobaan sabar nih.
Tapi alhamdulillah aku sakitnya sekarang, bukan pas di Solo besok. Nggak kebayang.
Aku searching2 itu cangkrangen dan ada artikel di sebuah blog yang lumayan menenangkan. Ini sedikit cuplikannya.

Apa itu Cacar Air?
Istilah latinnya Vrisela atau Chickenpox sedangkan istilah Jawanya Cangkrangen ternyata disebabkan virus caricella=zoster. Akibat dari serangn virus ini bisa ruam kulit muncul sekumpulan bintik=bintik kecil yang datar maupun menonjol atau melempuh yang lepuhannya berisi cairan kemudian keropeng dan menimbulkan rasa sangat gatal serta panas.

Gejalanya
1. gejala awalnya; Sakit kepala, demam sedang,pilek, batuk dan merasa tidak enak badan.
2. berikutnya 24-36 jam setelah gejala awal, muncul bintik-bintik yang menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan/ vasikel yang terasa gatal.
3. setelah 6-8 jam akhirnya lepuhan itu akan mengering dan selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
4. lepuhan baru terus terbentu dan berakhir tidak lebih pada hari ke-5. Pada hari ke-6 seluruh lepuhan akan mengering.
5. Dalam waktu kurang dari 20 hari lepuhan yang mengering akan menghilang.
6. Daerah yang sering muncul bintik-bintik biasanya di bagian tubuh yang atas (dada, punggung,bahu, tangan, dan wajah).

Penularannya
Penyakit ini mudah sekali menular. Cara penularannya melalui percikan ludah penderita atau benda-benda terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Waktu penularan dimulai dari gejala awal sampai lepuhan terakhir yang telah mengering.

Pencegahan/ Cara Mengatasi
1. jika diketahui gejala awal di atas segera periksakan ke dokter
2. untuk mengurangi rasa gatal bisa dikompres dingin, kalau orang jawa diolesi jagung muda yang sudah dihalukan. Bisa juga diolesi lation kalamin, antihistamin/ anti gatal atau lainnya yang mengandung mentol atau fenol.
3. agar tidak terinfeksi; sesering mungkin kulit dicuci dengan air dan sabun, menjaga kebersian tangan, memotong kuku, serta pakaian tetap kering dan bersih.

Sumber: umsedukasirsbi.blogspot.com


Semoga aku cepat sembuh. Amin.

Pijakkan ke Arah yang Benar

Menyusun rencana masa depan.
Salah.
Menyusun KEMBALI rencana masa depan.
Dulu aku sempat bingung mau dibawa ke mana hidup ini. Wajar, itu masa-masa jahiliyah memang. Sekarang, aku berani menjawab dengan yakin apa yang ku mau. Dan setelah ku pikir-pikir lagi, memang itulah tujuanku sejak awal, bahkan sejak aku belum kenal innercourt JUTAP.

Di sebuah kuliah yang boring, Pak Dosen tiba-tiba tanya hal yang nggak ada hubungannya dengan kuliah siang itu.
Pak Dosen: (menanyai seorang mahasiswi) "Mbak. Besok kamu pengen jadi apa?"
Si Mbak: "eh... Arsitek Pak.."
Pak Dosen: "Arsitek tu kerjanya ngapain coba?"
Si Mbak: "eh..."
Pak Dosen: (senyum-senyum geli) (mencari mangsa baru)
Pak Dosen: (menanyaiku) "Mbak, kamu, besok mau jadi apa?"
Aku: (tersadar dari lamunan) "Oh, saya Pak?"
Pak Dosen: "iya"
Aku: (menjawab dengan mantap)
Pak Dosen: "Oh ya,," (senyum-senyum lagi) (melanjutkan kuliah)

Kadang kita belum benar-benar sadar apa yang kita mau sampai bertemu dengan orang yang bisa membantu kita untuk mengucapkannya.

Sesaat yang Berarti: Berdoa

Entah, aku hanya sedang ingin sekali menulis. Mungkin kamu bakal menganggap kamu sudah buang-buang waktu dengan membaca ini, tapi bagaimanapun juga, makasih sudah mau mampir untuk sekedar lihat-lihat :)

Aku bersyukur bisa hidup.
Kita: aku dan kamu, cuma manusia: makhluk ciptaan= di bawah kendali Sang Pencipta. Jangan takabur, manusia. Kamu nggak punya apa-apa, kamu nggak tahu apa-apa. Jangan sombong manusia. Kamu lemah.

Sekedar sharing, ada hadist yang membuatku bersemangat. Intinya saja ya, aku nggak hapal arabnya :)
- sholatlah dengan khusyuk dan jangan terburu-buru.
- selesai sholat, berdzikirlah, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu walau dosa-dosamu itu layaknya buihnya lautan (maksudnya, dosamu buanyak banget)
- berdzikir = memuji pada Allah. Selesai memuji pada Allah, membacalah shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.
- setelah berdzikir, berdoalah, niscaya Allah akan mengabulkannya.

Mungkin terdengar sederhana dan klise, tapi cobalah. Itu tidak sesederhana yang kamu kira.

Ada lagi, tapi ini sms dari temanku. Entah dia bikin sendiri atau dapat dari mana. Tapi ini aku simpan di saved messages hapeku :)
Smsnya datang subuh-subuh, waktu mataku masih lengket :D

Indahnya jika sholat tertib:
- bila Subuh utuh, pagi tumbuh, hati teduh, pribadi tidak angkuh, keluarga tidak keruh, maka damai pun berlabuh.
- bila Dzuhur teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur, maka pribadi makmur.
- bila Ashar kelar, jiwa sabar, raga tegar, senyum menyebar, maka rejeki lancar.
- bila Maghrib tertib, mengaji jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib.
- bila Isya terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, Insya Allah hidup damai sejahtera.
Sholat khusyuk dan tepat waktu itu indah lho..

Nah, sudahkah kamu sholat? :)

Sore yang Hangat di Padmanaba

Waw. Done. 2-0. Nice :)

Makasih pada siapapun yang telah membantu saya keluar dari kesulitan-kesulitan saya :)

Semoga saya selalu dalam bimbingan dan dampingan Allah SWT dalam menapaki hidup ini.

Amin.

*btw, aku kangen sekolah ini amat sangat. Terutama sore-sore semacam ini. Cahaya mataharinya, daun-daun yang tertiup angin, tenang, hangat, dan mengayomi. Ini rumah kedua saya. Ini keluarga saya. Halo Padmanaba, saya main lagi lho..
Wah. Dia tersenyum sama saya :) (melihat ke arah karetan. hahaha :D)

 no edit, karena berbagai keterbatasan yang ada :p

Tidak Segampang Kedengarannya

Di sela kantukku semalam, ada nasihat yang membuatku benar-benar terjaga sejenak.

Kalau kamu dianiaya dan kamu sabar, skornya 1-0.
Kalau kamu dianiaya dan kamu memaafkan, skornya 2-0.

Mengena banget. Tapi waktu aku berkata pada diriku,
"Oke San, maafkan, lalu skormu akan jadi 2-0 :)"
di saat yang bersamaan, aku mendengar diriku yang lain berteriak,
"NO WAY!"

Oh.. Oke.. Mungkin lain kali, waktu aku udah siap. Maaf, tapi sampai saat ini, aku masih akan mempertahankan skor 1-0.